
4.710.740 anggota
Dari perilaku manusia hingga perspektif neurodiverse, jelajahi cara kita berpikir, merasakan, dan mengalami dunia 🧠
@DanangHartanto
Salam menyambut dengan doa dan harapan , hari ini udara yg sejuk memberikan detak alveolus kehidupan
Segala yang tersembunyi
Allah nyatakan lewat hati
Kenali dirimu,
ketahuilah jalan yang benar
dan lepaskan yang tak sejalan
dengan jiwamu
#IniHanyaDunia
@mbakniat
Inikah yang kamu sebut sampah itu boy!???? 🥱🔥🔥🔥
ijin ku beli harga dirimu LUNAS yaa,...
#glowup #womanpower #independentwoman
@DearChika
Menjawab Prasangka : Tentang Pilihan Bahasa,Trauma,dan Kerendahan Hati
Baru-baru ini,sebuah pesan pribadi masuk mempertanyakan alasan saya selalu menulis dalam bahasa Inggris.Sayangnya,pertanyaan itu tidak lahir dari rasa ingin tahu yang jujur,melainkan dibungkus tuduhan yang menghakimi,seolah saya sedang menyombongkan diri,merasa paling pintar,dan lebih berwawasan dari orang lain.
Sungguh sebuah kesimpulan yang dangkal.Karena tidak kenal,seseorang bisa begitu mudah berasumsi.Maka dari itu,saya merasa perlu meluruskan hal ini agar terang benderang.
1.Mengapa Bahasa Inggris? (Sebab dan Akibat)
Pilihan bahasa saya bukanlah bentuk kesombongan,melainkan keputusan logis atas tujuan hidup yang ingin saya capai.
👉 Sebabnya :
Masa lalu memberi saya trauma mendalam akibat pengalaman buruk dengan mantan pasangan lokal,yang kemudian diperkuat oleh berbagai interaksi kurang menyenangkan selama menggunakan aplikasi ini.Dari proses panjang itu,niat saya menyebat tegas : saya mencari pasangan hidup dari luar negeri.
👉 Akibatnya :
Sangat rasional jika saya menggunakan bahasa Inggris sebagai media utama.Bahasa adalah jembatan.Untuk menjangkau target audiens yang tepat,saya harus menggunakan bahasa yang mereka pahami.
👉 Realitas Lainnya :
Saya pernah menguji coba mengunggah puisi dan cerita dalam bahasa Indonesia.SEBAB minat baca dan apresiasi pembaca lokal yang sangat rendah pada karya tersebut,AKIBATnya jangkauannya tidak pernah sepadan dengan tulisan berbahasa Inggris.Saya hanya beradaptasi dengan realitas tersebut.
2.Tentang Hakikat Kekayaan dan Kecerdasan
Tuduhan bahwa saya merasa "paling pintar" adalah bentuk penghakiman tanpa saksi dan bukti.
👉 SEBAB saya percaya di atas langit masih ada langit,AKIBATnya saya tidak pernah merasa perlu berteriak meminta pengakuan.Bagi saya,kaya materi tidak ada artinya jika miskin etika.Orang kaya yang sesungguhnya adalah mereka yang rendah hati dan tahu cara menghargai sesamanya.
👉 SEBAB kecerdasan sejati tidak pernah bertujuan untuk merendahkan atau menindas orang lain,AKIBATnya orang yang benar-benar pintar justru lebih banyak diam.Diam adalah emas,ia berbicara seperlunya,pada waktu dan tempat yang tepat.
Pesan Saya : 👇
Sebelum Anda memutuskan untuk mengetik pesan pribadi dan menghakimi hidup seseorang,pastikan Anda paham SEBAB dari setiap tindakan orang tersebut.Kenali dulu siapa saya melalui celah-celah tulisan yang saya bagikan.Jangan sampai ketidaktahuan membuat kita terlihat picik di mata orang lain.
Terima kasih.
(🇨🇭🇮🇰🇦)
@Har97016977
Selamat tinggal apk aku akan kembali lagi di tahun berikutnya
@Har97016977
Jodoh itu di jemput apa di tunggu?
@iskan_ig888
Berikut adalah daftar tahapan proses menuju ikhlas
1. Fase Kesadaran (Awareness)
Menyadari Ketidakikhlasan: Mengakui jujur pada diri sendiri bahwa masih ada motif lain dalam berbuat, seperti ingin dipuji (ria), takut dicela, atau berharap imbalan manusia.
Meluruskan Niat (Tahap Awal): Memaksa diri untuk mengembalikan segala alasan tindakan hanya karena mencari rida Tuhan, bukan penilaian makhluk.
2. Fase Perjuangan (Mujahadah)
Memerangi Ego: Melawan bisikan hati yang selalu menginginkan pengakuan, popularitas, atau keuntungan pribadi.
Menyembunyikan Amal: Melatih diri untuk melakukan kebaikan secara rahasia—di mana tidak ada orang lain yang tahu—agar hati terbiasa berbuat tanpa pujian.
Konsisten Saat Dipuji atau Dicela:
Melatih mental agar kualitas perbuatan tidak berubah, baik saat disanjung orang lain maupun saat dikritik dan diremehkan.
3. Fase Penerimaan (Ridha)
Melepaskan Keterikatan Hasil: Berfokus penuh pada proses dan kewajiban, lalu menyerahkan seluruh hasil akhir kepada ketetapan Tuhan.
Berdamai dengan Kehilangan: Menyadari bahwa segala sesuatu di dunia hanyalah titipan, sehingga saat kehilangan, hati tidak merasa memiliki.
4. Fase Kemurnian (Ikhlas yang Hakiki)
Ketenangan Hati (Thumaninah):
Mencapai titik di mana sanjungan manusia terasa hambar dan celaan manusia tidak lagi menyakitkan.
Lupakan pada Amal Yang Telah Dilakukan :
Merasa diri belum berbuat apa-apa dan tidak lagi mengingat-ingat kebaikan yang pernah dilakukan di masa lalu.
Tingkatan Kualitas Ikhlas (Menurut Ulama)
(Syekh Nawawi Al-Bantani membagi tingkatan ikhlas menjadi tiga level)
Ikhlas Awam (Karna Dunia): Beribadah atau berbuat baik namun masih mengharapkan balasan duniawi dari Allah, seperti kelancaran rezeki atau kesehatan.
Ikhlas Khawas (Karna Akhirat): Beramal karena mengharapkan pahala, mendambakan surga, dan takut akan siksa neraka.
Ikhlas Khawasul Khawas (Karna Allah): Tingkatan tertinggi di mana seseorang beramal murni karena wujud cinta dan mengagungkan perintah Allah, tanpa memedulikan balasan dunia maupun akhirat
@Fitri_riri
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Warga muzz mohon maaf lahir dan batin ya jika selama menjadi warga muzz ada kata yang tidak berkenan.
Terima kasih banyak sudah menginspirasi.
Mau pamitan dari apk ini 🙏🏻🙏🏻
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
@esti7777
Masuk ruang habilitasi, seorang anak tantrum dg emosi yg meledak-ledak.
Ternyata ibunya juga sama,ketika ketemu problem hidup responnya sangat arogan.
Fixed genetik
Tak perlu lagi cari² apa sebab anak begitu.
Amat panjang untuk diterangkan 1x ketikan,
Hanya informasi inti yg pernah disampaikan oleh psikiater bahwa 0-17th adalah waktu pembentukan karakter.
Dan ketika 17th disitulah karakter yang akan melekat hingga dewasa.
Ketika anak sudah ada potensi bibit genetik yg kurang baik, bisa diubah dengan diberikan pendidikan karakter yang baik supaya ketika 17th yang dibawa adalah karakter yg baik.
@Dayudda
Hari ini adalah hari yang kamu takutkan di masalalu dan kamu bisa melewati nya, jadi tak perlu mengkhawatirkan masa depan, biarkan berlalu dengan semestinya.