
257.364 anggota
Jika Anda seorang penyair dan Anda bahkan tidak mengetahuinya
@Tri72
Kata yang Kehilangan Pemeran
Aku kehilangan kata “kamu”
di antara aksara-aksara yang kurangkai.
Bukan karena aku lupa cara menulisnya,
bukan pula karena huruf-hurufnya telah asing di jemari.
Aku masih tahu bagaimana mengejanya—
k-a-m-u.
Hanya saja,
aku tak lagi tahu
kepada siapa kata itu harus ditujukan.
Sudah lama aku tak menulis
tentang seseorang.
Tak ada lagi nama yang diam-diam kuselipkan
di antara metafora,
tak ada lagi sepasang mata
yang kucuri dari ingatan
untuk kujadikan bait paling indah.
Dulu, “kamu” adalah kata yang paling mudah kutulis.
Ia selalu punya wajah,
punya suara,
punya tempat untuk pulang
di setiap paragraf yang kubangun.
Kini tidak.
“Kamu” telah menjadi kata yatim
yang kehilangan pemeran utamanya.
Aku masih menulis tentang rindu,
tetapi tak sedang merindukan siapa-siapa.
Aku masih mampu merangkai kalimat tentang jatuh cinta,
namun hatiku sendiri
tak lagi tahu bagaimana caranya terjatuh.
Barangkali aku bukan kehabisan cerita.
Barangkali aku hanya
kehabisan rasa.
Ada masa ketika seseorang datang
dan membuat seluruh kamus di kepalaku
dipenuhi kata-kata baru.
Kini, bahkan ketika seseorang datang,
aku hanya menatapnya
seperti menatap halaman kosong:
indah,
bersih,
namun tak membuatku ingin menulis apa-apa.
Aku tak sedang patah hati.
Sebab untuk patah,
barangkali hati harus terlebih dahulu
memiliki sesuatu yang ingin dipertahankan.
Sedangkan hatiku kini
hanya sebidang ruang yang tenang—
terlalu tenang,
sampai-sampai tak ada lagi
yang mampu membuatnya berisik.
Maka jika suatu malam
kau menemukan tulisanku
tanpa kata “kamu”,
jangan bertanya siapa yang pergi.
Tak ada siapa-siapa.
Aku hanya sedang menulis
dari tempat paling sunyi dalam diriku,
tempat di mana cinta pernah tinggal
lalu perlahan menjadi
sesuatu yang tak lagi kukenal.
Dan mungkin,
itulah yang paling menyedihkan dari seorang penulis:
bukan ketika ia kehilangan seseorang
untuk dituliskan,
melainkan ketika ia kehilangan kemampuan
untuk menjadikan seseorang
alasan bagi kata-katanya.
Sebab sejak saat itu,
“kamu” tetap ada di dalam kamusku—
hanya saja,
tak seorang pun lagi
menjadi pemeran utamanya.
@Endus
Assalamualaikum salam kenal dari Majalengka 🙏🙏
@rizkyaryadiva300999
CINTA SEPERTI ZAM-ZAM YANG MENGALIR
Dari tanah yang tandus di lembah sunyi,
di mana tak tumbuh rerumputan, tak mengalir sungai,
Engkau menanamkan cinta pada Yang Maha Agung,
lalu melepaskan kasihmu di tempat yang jauh dan senyap.
Bukan karena hati yang ringan atau tak berisi,
tetapi karena iman yang kokoh seperti batu karang,
seperti Nabi Ibrahim yang teguh pada janji Ilahi,
seperti Siti Hajar yang sabar menanti janji suci.
Kau berjalan lari antara Shafa dan Marwah,
bukan karena putus asa, melainkan karena harap,
setiap langkahmu adalah doa yang terucap,
setiap helaan napas adalah cinta yang tak pernah lenyap.
Hingga memuncratlah air dari batu yang keras,
Zamzam berkah, penyejuk jiwa dan raga,
begitulah cintaku padamu, kekasihku,
tumbuh dari kesabaran, mengalir hingga ke nirwana.
Seperti Ibrahim yang rela berkorban demi cinta Ilahi,
seperti Hajar yang setia menanti hingga akhir nadi,
aku mencintaimu bukan hanya di kala senang,
tetapi setia menemani, hingga dunia tak lagi terbilang.
Cinta kita bukan sekadar bunga yang layu,
namun berakar pada iman yang abadi,
seperti kisah suci yang dicatat langit,
cintaku padamu: selamanya, tiada bertepi.
@Aghiel6178160
BIARKAN RASA ITU HANYUT DALAM HATI, NAMUN JANGAN BIARKAN SIKAP MEMBODOHI TIAP LANGKAH DEMI MENCAPAI CINTA.
@adam-rohmat
Haii 👋 kenalin, aku Adam. Aku orangnya cukup sederhana, lebih suka ngobrol santai dan kenal seseorang pelan-pelan tanpa perlu terburu-buru. Aku juga senang dengerin cerita orang, jadi kalau kamu nyaman, kita bisa ngobrol apa aja di sini 😊 Salam kenal yaa.
@Saeful92967
Godong jati gedange wunggu, sendal jepit di atas prahu,wanita sejati q siap menunggu, klu ada yg terjerat untuk jadi istri aku
@Asependri
Assalamu'alaikum saya baru disini jika ada yang suka dengan novel atau cerita boleh komen dong saya seorang penulis
@Nayler
Nnti unjungnya maaf aku Uda suka orang lain ,🙄
@wahyu25503253
Apk ini ada pengguna yg real gak sih. Kok sampe sekarang q blm nemuin temen yg asik buat ngobrol.
@Mustajib123456
Terbit matahari kian menjadi abu
Laksana trah raja yg tak di hiraukan kehadirannya
Semu abu abu tunggak menerpa
Gelombang ultra menyayat nestapa