Group Hero

Kesehatan & Kebugaran

546.549 anggota

Baik Anda menyukai workouts🏋️‍♀️, nutrisi🥦🥩, atau mindfulness🧘‍♂️, mari kita saling menginspirasi dan memberdayakan satu sama lain. Mari berkeringat, makan enak, dan berkembang bersama 💪

Bagikan grup
Riski Ananda

@RiskiAnanda

sekitar 8 jam yang lalu

Tidak merokok
Rajin olahraga
No alcohol
Semua itu adalah baik
Keluargamu layak mendapatkannya

2 Suka
Bagikan
ishak

@iskan_ig888

2 hari yang lalu

🔎 JENIS-JENIS PENYAKIT MENURUT SUDUT PANDANG ILMU RUQYAH SYAR'IYYAH

Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Dalam kehidupan manusia, sakit merupakan salah satu bentuk ujian dari Allah SWT. Dari sudut pandang ilmu ruqyah syar'iyyah, penyakit dapat dipahami dalam tiga kategori utama.

1. Penyakit Fisik (الأمراض الجسدية – Amrāḍ Jismiyyah)

Penyakit fisik adalah penyakit yang menyerang tubuh atau organ badan. Contohnya:

  • -Demam
  • -Diabetes melitus
  • -Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • -Infeksi bakteri, virus, atau jamur
  • -Kanker
  • -Penyakit jantung
  • -Dan berbagai penyakit fisik lainnya.

Penyakit jenis ini umumnya ditangani oleh dokter dan tenaga kesehatan melalui pemeriksaan medis, pemeriksaan laboratorium, pemberian obat, tindakan operasi, maupun terapi medis lainnya.

Islam tidak pernah menolak pengobatan medis. Bahkan, berobat merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang dianjurkan. Rasulullah ﷺ bersabda:
" Berobatlah kalian, karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit melainkan Dia juga menurunkan obatnya."
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad)

2. Penyakit Jiwa atau Psikologis (الأمراض النفسية – Amrāḍ Nafsiyyah)

Penyakit ini berkaitan dengan kondisi emosi, mental, dan kejiwaan seseorang. Contohnya:

  • -Depresi
  • -Gangguan kecemasan (anxiety disorder)
  • -Gangguan bipolar
  • -Skizofrenia
  • -Gangguan psikologis lainnya.

Penyakit ini ditangani oleh psikiater, psikolog, maupun tenaga profesional kesehatan jiwa melalui konseling, psikoterapi, rehabilitasi, serta pengobatan sesuai indikasi medis.

Dalam ilmu psikologi dan psikiatri modern, gangguan kejiwaan dipahami berdasarkan berbagai faktor, seperti faktor biologis, genetik, trauma, lingkungan, serta pola pikir seseorang.

3. Penyakit Spiritual (الأمراض الروحية – Amrāḍ Rūḥiyyah)

Penyakit spiritual adalah gangguan yang dalam perspektif ruqyah syar'iyyah berkaitan dengan perkara gaib yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, seperti:

  • -Gangguan jin
  • -Sihir
  • -'Ain (pengaruh pandangan mata yang menimbulkan mudarat dengan izin Allah)

Gangguan seperti ini tidak menjadi bagian dari kajian utama dalam ilmu kedokteran maupun psikologi modern. Oleh karena itu, apabila seseorang mengalami gejala tertentu, pendekatan medis umumnya akan meninjaunya dari sisi fisik maupun psikologis.

Sementara itu, dalam perspektif ruqyah syar'iyyah, gangguan ruhani dipahami sebagai bentuk gangguan yang memiliki karakteristik tersendiri sehingga memerlukan penanganan sesuai tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

📖 Kedudukan Ruqyah Syar'iyyah

Dalam ilmu ruqyah syar'iyyah:

✅ Ruqyah dapat menjadi bagian dari ikhtiar dalam menangani berbagai jenis penyakit.

✅ Ruqyah memiliki peran utama dalam penanganan gangguan ruhani seperti gangguan jin, sihir, dan 'ain.

✅ Pada sebagian kondisi, ruqyah juga dapat memberikan ketenangan, memperkuat keimanan, dan menjadi pendamping bagi pengobatan medis maupun psikologis.

Namun perlu ditegaskan bahwa kita menggunakan istilah "mengobati" atau "mengupayakan kesembuhan", bukan "menyembuhkan".

Sebab, yang benar-benar menyembuhkan hanyalah Allah SWT.

Dokter, psikiater, psikolog, perawat, maupun praktisi ruqyah hanyalah sebab (ikhtiar) yang Allah jadikan sebagai perantara.

Allah SWT berfirman:
"...Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku."
(QS. Asy-Syu'ara: 80).

■ Kesimpulan

Dalam perspektif ilmu ruqyah syar'iyyah, penyakit dapat dipahami dalam tiga dimensi:

1. Penyakit fisik (Amrāḍ Jismiyyah).
2. Penyakit jiwa atau psikologis (Amrāḍ Nafsiyyah).
3. Penyakit spiritual (Amrāḍ Rūḥiyyah).

Ketiganya membutuhkan pendekatan yang tepat sesuai penyebab dan kondisinya. Sebagai seorang Muslim, kita diperintahkan untuk berikhtiar melalui berbagai sarana yang dibenarkan syariat, kemudian bertawakal kepada Allah SWT.

Pada akhirnya, kita meyakini bahwa Allah SWT semata adalah Asy-Syāfī (Maha Menyembuhkan), sedangkan seluruh bentuk pengobatan hanyalah sebab yang Dia tetapkan.

Wallāhu a'lam bish-shawāb.

Bagikan
Julianti

@Srijulianti

4 hari yang lalu

Imunisasi dasar lengkap

3 Suka
Bagikan
Kiki Ananda

@Kinan_r

6 hari yang lalu

Rules ke 2 kalo baru memulai chat jangan langsung tanya pekerjaan
Ini bukan interview 😊

5 Suka
1
Bagikan
M Amril Choirudin

@Amrilchoirudin

7 hari yang lalu

Hallo guysss assalammualaikum kalian salam kenal pada nikah belum hari ini

1 Suka
Bagikan
Disto

@dist_0

7 hari yang lalu

Leg day, pentingnya melatih otot kaki

media
1 Suka
7
Bagikan
LuLaBy

@LuLaBy_

8 hari yang lalu

Setelah senin - jumat cuma duduk menatap laptop... yuk olahraga di hari weekend 😁😁

media
media
4 Suka
6
Bagikan
mas bedjo

@masbedjo

8 hari yang lalu

assalamuallaikum...

Bagikan